Beranda Homeschooling Pelatihan Instruktur Artikel
Perjalanan Seorang Hafizh Muda Menuju Masa Depan Gemilang

Perjalanan Seorang Hafizh Muda Menuju Masa Depan Gemilang

Foto profil Riahan Abdul Aziz
Riahan Abdul Aziz

Siswa kelas 11 PKBM Tadib Yogyakarta

Posted on 27 Februari 2026

Namaku Raihan Abdul Aziz, biasa dipanggil Raihan. Aku lahir di Bekasi pada 26 Juli 2008. Hari ini, di usiaku yang ke-17 tahun, aku menyadari bahwa hidup bukan sekadar tentang bertambahnya umur, tetapi tentang bagaimana kita mengisi waktu dengan perjuangan dan makna.

Perjalananku dimulai dari bangku sekolah dasar di SD Tahfidz Cahaya Quran. Di sanalah Allah memberiku anugerah terbesar dalam hidupku: kesempatan untuk menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Alhamdulillah, aku menjadi lulusan pertama yang berhasil menuntaskan hafalan tersebut. Sejak lulus SD, aku telah menyandang amanah sebagai seorang Hafizh. Itu bukan karena aku hebat, melainkan karena Allah yang memudahkan.

Menjadi Hafizh di usia muda adalah nikmat sekaligus tanggung jawab besar. Aku sadar, hafalan ini harus dijaga, diamalkan, dan menjadi cahaya dalam setiap langkah kehidupanku.


Melangkah Lebih Jauh: Menuntut Ilmu Tanpa Henti

Setelah lulus SD, aku melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Aljazary di Cimahi. Setahun kemudian, aku melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Imam Abu 'Amr Ad-Dani (IMABAD) di Sleman, Yogyakarta, tempatku menimba ilmu hingga saat ini.

Di IMABAD, kami belajar langsung bersama Syaikh Abdul Karim Silmi Al-Jazairi Lc., M.A. dan para asatidz lainnya. Kami mempelajari Al-Qur’an dengan tajwid dan kaidah yang benar, mendalami Aqidah, Fiqih, Sirah, serta Adab dan Akhlaq. Di sinilah aku belajar bahwa ilmu bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk membentuk karakter dan kepribadian.

Namun perjalananku tidak berhenti di pesantren saja.

Aku juga menempuh pendidikan umum di PKBM Tadib Yogyakarta, tempat aku belajar tentang wirausaha dan pemrograman. Ilmu ini kupersiapkan sebagai bekal menghadapi dunia setelah keluar dari pesantren nanti. Aku ingin menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya kuat dalam agama, tetapi juga tangguh dalam menghadapi perkembangan zaman.

Selain itu, aku juga memperdalam Bahasa Arab di Ma'had Ali bin Abi Thalib, dan kini telah memasuki semester ke-4. Semua ini adalah kemudahan yang Allah berikan, dan aku sangat bersyukur atas setiap kesempatan belajar yang ada.


Tidak Mudah, Tapi Penuh Makna

Menjalani tiga tanggung jawab sekaligus — pesantren, PKBM, dan belajar bahasa Arab — tentu bukan hal yang mudah. Ada lelah, ada jenuh, ada waktu-waktu ketika tubuh dan pikiran terasa penuh.

Namun aku percaya, proses tidak pernah mengkhianati hasil. Setiap detik yang digunakan untuk belajar adalah investasi masa depan. Setiap rasa lelah adalah tanda bahwa aku sedang bertumbuh.

Aku belajar membagi waktu. Aku belajar disiplin. Aku belajar menguatkan niat. Dan yang paling penting, aku belajar untuk selalu bergantung kepada Allah dalam setiap urusan.


Mimpi Besar Seorang Santri

Aku memiliki harapan besar. Aku ingin menjadi seorang pengusaha sukses. Bukan sekadar pengusaha biasa, tetapi:

  • Pengusaha yang Hafizh Al-Qur’an

  • Pengusaha yang paham dan melek teknologi

  • Pengusaha yang menguasai berbagai bahasa

  • Pengusaha yang tetap menjaga adab dan akhlaq

Aku ingin membuktikan bahwa santri juga bisa menjadi inovator, bisa menjadi pemimpin, bisa menjadi pelaku bisnis yang membawa nilai-nilai Qur’ani ke dalam dunia usaha.

Aku ingin membahagiakan orang tuaku. Aku ingin menjadi kebanggaan mereka. Aku ingin suatu hari nanti, setiap keberhasilanku menjadi hadiah terbaik untuk pengorbanan mereka.


Untuk Teman-Teman Seperjuangan

Perjalananku mungkin berbeda dengan kalian, tetapi kita semua memiliki mimpi. Jangan pernah merasa kecil. Jangan pernah merasa tidak mampu. Jika Allah sudah menanamkan cita-cita di hatimu, berarti Allah juga telah menyiapkan jalan untuk mencapainya.

Teruslah belajar. Teruslah berjuang. Teruslah memperbaiki diri.

Doakan aku, semoga Allah memudahkan jalanku dan urusanku. Dan aku pun mendoakan kalian semua, semoga Allah memudahkan setiap langkah kita dalam meraih cita-cita.

Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan kita, melapangkan urusan kita, dan memberkahi setiap usaha yang kita lakukan.

Aamiin.

Komentar

Belum ada komentar.

Tambah Komentar

Artikel Terbaru

Temukan bacaan yang memperkaya keilmuan Anda.

Mengapa Masyarakat Indonesia Rentan Terhadap Penipuan?

Di tengah gegap gempita transformasi digital, Indonesia justru mencatatkan rapor merah. Laporan …

Sukri A Sangadji, S.Si, M.Si 20 Feb 2026
Ketika Pengabdian Berakhir dengan Ketidakadilan: PHK Sepihak di Lembaga Pendidikan

Di balik gedung-gedung megah lembaga pendidikan, tersimpan cerita kelam yang jarang terungkap. …

Sukri A Sangadji, S.Si, M.Si 15 Agu 2025
Dilema Jenjang Karir di Yayasan: Ketika Pengabdian Bertemu Ketidakpastian

Kisah Seorang Pengabdi yang Terlupakan Di sebuah sudut ruang kerja yayasan yang …

Sukri A Sangadji, S.Si, M.Si 12 Agu 2025
Kisah Pilu Pekerja 10 Tahun tanpa Status PKWTT: Ketika Pengabdian Bertemu Ketidakpastian

Di sebuah sudut lembaga pendidikan yang ramai dengan aktivitas belajar mengajar, terdapat …

Sukri A Sangadji, S.Si, M.Si 06 Agu 2025
Hubungi Edutadib via WhatsApp