Beranda Homeschooling Pelatihan Instruktur Artikel
Jejak Sang Pengabdi Digital: Menjemput Sukses di Usia Muda Tanpa Melupakan Akar Agama

Jejak Sang Pengabdi Digital: Menjemput Sukses di Usia Muda Tanpa Melupakan Akar Agama

Foto profil Dharmanda Azkaria Rochman
Dharmanda Azkaria Rochman

Siswa kelas 11 PKMB Tadib Yogyakarta

Posted on 06 Maret 2026

Perkenalkan, namaku Dharmanda Azkaria Rochman, tapi teman-temanku akrab menyapaku Dharma. Perjalananku dimulai dari sebuah sekolah dasar di pinggiran Yogyakarta, tepatnya di SDIT Insan Utama dekat kampus UMY. Dari sana, langkahku berlanjut ke sebuah tempat yang membentuk fondasi jiwaku: Pesantren Bin Baz, Piyungan.

Di Bin Baz, aku belajar bahwa disiplin adalah kunci. Menjadi santri bukan sekadar menghafal kitab, tapi tentang menempa mental. Alhamdulillah, aku sempat meraih predikat santri teladan dengan peringkat 3 besar dan dipercaya menjadi imam tetap masjid hingga kelas 1 SMA. Pengalaman memimpin salat di depan ratusan jamaah di usia muda memberiku pelajaran berharga tentang tanggung jawab dan ketenangan.

Memilih Jalan yang Berbeda

Banyak orang bertanya, "Kenapa keluar dari pesantren saat jalurmu sudah begitu 'lurus'?"

Jawabannya sederhana: Aku memiliki kegelisahan untuk mengejar mimpi di bidang yang berbeda. Aku ingin menjadi seorang pengusaha sukses yang melek teknologi. Aku memutuskan untuk mengambil jalur program Islamic Homeschooling di PKBM Tadib Yogyakarta sebagai sarana menuntut ilmuku selanjutnya.

Jujur saja, menjalani sekolah online itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tanpa lonceng pesantren yang mengatur jadwal, musuh terbesarku adalah diriku sendiri. Dibutuhkan konsistensi tinggi untuk terus belajar, berkembang, sembari tetap menjaga hafalan Al-Qur'an dan memurojaah ilmu agama yang telah kutanam sejak di pondok. Bagiku, keluar dari pondok bukan berarti keluar dari ketaatan. Hingga saat ini, aku masih terus berupaya aktif menjadi imam dan dai muda di lingkunganku.

Mimpi Menjadi Perantara Rezeki

Mimpiku besar, mungkin terdengar ambisius bagi sebagian orang: Aku ingin menjadi pengusaha kaya raya dengan rezeki yang halal.

Namun, kekayaan bagiku bukanlah soal angka di rekening. Aku ingin menjadi perantara rezeki bagi orang lain. Aku ingin tanganku menjadi saluran bagi sedekah-sedekah yang luas. Aku ingin membuktikan bahwa dengan akhlak yang mulia, seseorang bisa menjadi jembatan kebaikan, baik dalam urusan agama maupun ekonomi.

"Aku ingin membuktikan bahwa Gen Z bukan generasi yang lembek. Sukses itu tidak memandang usia, dan aku menargetkan masa 20-an sebagai gerbang pencapaian terbesarku."

Tujuan akhirnya? Tentu bukan dunia semata. Aku ingin melihat senyum bangga di wajah orang tuaku. Lebih dari itu, aku berharap keberhasilanku bisa menjadi wasilah (perantara) untuk membawa mereka menuju surga-Nya.

Pesan untuk Teman-Teman Seperjuangan

Untuk kalian, teman-temanku yang masih berjuang di Pondok Pesantren Bin Baz atau di mana pun kalian menuntut ilmu:

Tetaplah teguh. Ilmu yang kalian pelajari saat ini adalah cahaya yang tidak akan pernah padam. Jangan pernah merasa tertinggal, karena setiap orang punya 'medan jihad' masing-masing.

Dan untuk teman-temanku yang sedang berjuang membangun konsistensi di luar jalur formal:

Jangan biarkan kebebasan membuatmu lalai. Sukses itu diraih dengan ilmu dan kekonsistenan, bukan sekadar keberuntungan. Dunia berubah cepat dengan teknologi, tapi prinsip agama harus tetap menjadi jangkar kita. Mari kita buktikan pada dunia bahwa anak muda bisa sukses di usia dini tanpa kehilangan jati diri sebagai hamba Allah.

Komentar

Belum ada komentar.

Tambah Komentar

Artikel Terbaru

Temukan bacaan yang memperkaya keilmuan Anda.

Dari Buah Asli Menuju Mimpi Besar: Perjalanan Arkan Dhiya Setiawan di Dunia F&B

Di tengah tren makanan instan dan gaya hidup serba cepat, ada seorang …

Arkan Diyah Setiawan 02 Mar 2026
Perjalanan Seorang Hafizh Muda Menuju Masa Depan Gemilang

Namaku Raihan Abdul Aziz, biasa dipanggil Raihan. Aku lahir di Bekasi pada …

Riahan Abdul Aziz 27 Feb 2026
Mengapa Masyarakat Indonesia Rentan Terhadap Penipuan?

Di tengah gegap gempita transformasi digital, Indonesia justru mencatatkan rapor merah. Laporan …

Sukri A Sangadji, S.Si, M.Si 20 Feb 2026
Ketika Pengabdian Berakhir dengan Ketidakadilan: PHK Sepihak di Lembaga Pendidikan

Di balik gedung-gedung megah lembaga pendidikan, tersimpan cerita kelam yang jarang terungkap. …

Sukri A Sangadji, S.Si, M.Si 15 Agu 2025
Hubungi Edutadib via WhatsApp